13 Kesesuaian Pendapat Umar bin Khattab dengan Firman Allah

13 Kesesuaian Pendapat Umar bin Khattab dengan Firman Allah

Pendahuluan Pembahasan kali ini berfokus pada hadis ke-403 yang termuat dalam Shahih Bukhari, sebuah kitab hadis paling otoritatif dalam tradisi keilmuan Islam. Sebelum masuk ke substansi hadis, perlu dipahami terlebih dahulu dua komponen utama dalam struktur hadis, yakni sanad (rantai periwayat) dan matan (teks atau isi hadis). Sanad Hadits Rantai periwayatan hadis ini tersusun sebagai […]

Shalat Sunnah di Atas Kendaraan: Kajian Shahih Bukhari No. 400

Shalat Sunnah di Atas Kendaraan: Kajian Shahih Bukhari No. 400

Materi Pengajian Rutin Shahih Bukhari — Masjid Besar Ubudiyah Punteuet, setiap Sabtu setelah Shalat Subuh Pendahuluan Hadis yang menjadi pembahasan kali ini adalah Hadis Shahih Bukhari Nomor 400. Hadis ini merupakan hadis ke dua dari 3 hadis yang terdapat dalam bab Menghadap ke arah kiblat dimana saja berada. Sanad Hadis Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis ini […]

Perpindahan Arah Kiblat: Dari Baitul Maqdis ke Ka'bah Baitullah

Perpindahan Arah Kiblat Dari Baitul Maqdis ke Ka’bah Baitullah

Catatan Penulis: Tulisan ini merupakan materi pengajian rutin Shahih Bukhari di Masjid Besar Ubudiyah Punteuet, Lhokseumawe. Pembahasan kali ini mencakup Bab ke-31, dengan hadis nomor 399. I. Pendahuluan Bab ke-31 Kitab Shahih Bukhari berjudul “Menghadap ke Arah Kiblat di Manapun Berada”. Sebagai tarjamah (judul) bab ini, Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ […]

Wali Nikah: Tinjauan dari Aspek Wala' dan Hakim

Wali Nikah: Tinjauan dari Aspek Wala’ dan Hakim

A. Wali Nikah Secara Wala’ 1. Hierarki Perwalian Wala’ Apabila seluruh wali nikah secara nasab tidak ada, maka hak perwalian nikah berpindah kepada Maula Al-Mu’tiq (tuan yang memerdekakan budak). Jika Maula Al-Mu’tiq pun tidak ada, maka hak perwalian beralih kepada ashabah dari Maula Al-Mu’tiq, sesuai dengan tertib hukum yang berlaku pada warisan wala’. Apabila ashabah […]

Menelaah Klaim Ibnu Abbas tentang Tidak Adanya Pelaksanaan Shalat Rasulullah di Dalam Ka'bah

Menelaah Klaim Ibnu Abbas tentang Tidak Adanya Pelaksanaan Shalat Rasulullah di Dalam Ka’bah

(Kajian Hadis Nomor 398: Hadis Keempat dalam Bab: Firman Allah “Jadikanlah Makam Ibrahim sebagai Musalla”) I. Sanad Hadis Hadis ini diriwayatkan melalui jalur sanad berikut: II. Matan dan Terjemahan Hadis عن عطاء قال سمعت ابن عباس قال لما دخل النبي صلى الله عليه وسلم البيت دعا في نواحيه كلها ولم يصل حتى خرج منه فلما […]

Ibadah Kurban: Makna, Pensyariatan, dan Ketentuan Hukumnya

Ibadah Kurban: Makna, Pensyariatan, dan Ketentuan Hukumnya

Dalam terminologi bahasa Arab, ibadah kurban disebut sebagai al-udhiyyah. Istilah ini memiliki beberapa variasi bacaan yang diakui dalam literatur fikih, yaitu: Keberagaman istilah di atas berakar dari kata dhahwah, yang bermakna waktu awal pelaksanaan penyembelihan, yakni waktu dhuha. Secara definitif, istilah-istilah tersebut merujuk pada penyembelihan hewan ternak yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan […]

Mengenal Wali Nikah Secara Nasab Dan Ketentuan Hukumnya

Faktor-Faktor Terjadinya Wali Nikah Terdapat empat faktor yang menjadi sebab seseorang dapat menjadi wali nikah, yaitu: Tertib Wali Nikah dan Konsekuensi Hukumnya Dari keempat faktor di atas, berikut adalah urutan (tertib) pihak yang berhak menjadi wali nikah. Perlu ditegaskan bahwa tertib ini bersifat wajib, bukan sekadar keutamaan (afdhaliyah). Oleh sebab itu, apabila akad nikah dilaksanakan […]

Shalat Rasulullah Di Dalam Ka'bah: Kajian Hadis Nomor 397

Shalat Rasulullah Di Dalam Ka’bah: Kajian Hadis Nomor 397

Pendahuluan Kajian ini membahas hadis nomor 397, yang merupakan hadis ketiga dari empat hadis dalam bab bertajuk: “Firman Allah Ta’ala: ‘Dan Jadikanlah Makam Ibrahim sebagai Musalla’”. Sebelum mengkaji kandungan hadis secara lebih mendalam, perlu dipahami terlebih dahulu struktur sanad dan matan hadis ini. Sanad Hadis Rantai periwayatan (sanad) hadis ini tersusun sebagai berikut: Matan dan […]

Zakat Fitrah: Makna, Dasar Hukum, dan Ketentuan Pelaksanaannya

Zakat Fitrah: Makna, Dasar Hukum, dan Ketentuan Pelaksanaannya

Pengertian Zakat Fitrah Zakat fitrah secara bahasa bermakna zakat al-khulqah (zakat jiwa), yakni sebuah ibadah yang berfungsi untuk membersihkan, menyucikan, dan menumbuhkan semangat beramal dalam jiwa manusia. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah ar-Rum ayat 30: فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّینِ حَنِیفࣰاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِی فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَیۡهَاۚ لَا تَبۡدِیلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلدِّینُ ٱلۡقَیِّمُ وَلَـٰكِنَّ […]